loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

10 Faktor Penyebab Tawuran Pelajar

10 Faktor Penyebab Tawuran Pelajar

01 August 2018

Tawuran adalah bentuk kekerasan antar geng sekolah dalam masyarakat urban. Meski sudah banyak tindakan dari aparat kepolisian, namun hingga kini tawuran masih saja kerap terjadi. Bukan hanya antara warga namun juga yang memprihatinkan adalah tawuran antara pelajar. 

Banyak korban yang timbul karena tawuran pelajar, bukan saja kerugian dalam artian luka-luka dan bahkan nyawa, kerugian juga dapat berupa materi misalnya kerusakan fasilitas. Kerugian ini tidak hanya terdampak pada para pelajar yang melakukan tawuran, melainkan juga pada orang-orang tak bersalah yang pada saat kejadian berada di lokasi. Dengan demikian, sudah pantaslah tawuran ini dapat disudahi karena jelas tidak ada manfaatnya.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan para pelajar melakukan tawuran yaitu sebagai berikut:

1. Faktor Tabiat

Tak diragukan lagi, faktor utama penyebab tawuran pelajar adalah tabiat dari para pelaku sendiri. Kondisi emosional yang tidak terjaga dan ketidakmampuan untuk menahan diri dari amarah merupakan sebab bagaimana tawuran pelajar dapat dimulai. Tawuran adalah manifestasi dari emosi yang tidak terkontrol dalam menghadapi suatu “serangan” dari suatu kelompok lain.

Pada umumnya, tawuran pelajar diawali dengan masalah kecil yang melibatkan perseorangan lalu membesar menjadi permasalahan kelompok karena faktor relasi. Masing-masing pribadi tidak dapat menahan emosinya dan akhirnya melakukan jalan kekerasan untuk memperlihatkan rasa tidak suka dan tidak setuju dengan beradu fisik. Tambahan pula, emosi ini lama-lama akan menjadi dendam antar kelompok dan akhirnya munculah istilah “musuh abadi” yang biasanya menjadi dasar untuk terjadinya tawuran pelajar.

 

2. Pengaruh Keluarga

Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi setiap pribadi merupakan ujung tombak dari penanaman nilai dan budi pekerti. Biasanya pelajar yang mengikuti tawuran atau menjadi provokator terjadinya perkelahian antar sekolah memiliki keluarga yang broker, di mana keharmonisan keluarga, perhatian dan kasih sayang orang tua tidak dia dapatkan dan untuk mencari perhatian dia mengikuti kegiatan di luar norma misalnya dengan menjadi ketua geng yang sering sekali mengajak atau memprovokasi terjadinya aksi tawuran.. 

Oleh karena itu keharmonisan dalam keluarga sangatlah penting, karena akan yang menjadi faktor utama dalam psikologis pemikiran anak. Peran orang tua dalam mendidik anaknya menjadi penyebab perilaku dan pola pikir anak, oleh karena itu pengaruh keluarga menjadi faktor yang sangat penting dalam penyebab tawuran pelajar..

 

3. Pengaruh Pergaulan

Di sekolah, ada beberapa kelompok siswa. Ada kelompok orang yang rajin dan cerdas seperti mereka yang selalu juara kelas, anggota OSIS, dan mereka yang selalu mengikuti berbagai perlombaan. Ada kelompok orang yang cerdas namun tidak terlalu ingin mengikuti hiruk pikuk kegiatan sekolah. Mereka biasanya lebih suka bermain game dengan laptopnya atau hanya sekedar bergaul dengan teman-temannya. Yang terakhir, ada kelompok orang yang bisa dikatakan “salah pergaulan”. Mereka biasanya membentuk geng dan suka melanggar peraturan sekolah. Nah, kelompok yang terakhir inilah yang seringkali mengadakan tawuran. Meskipun demikian, ada juga orang dari kelompok itu yang ingin “tobat”. Namun karena tidak diterima di kelompok yang lebih baik, orang tersebut akan kembali ke kelompok gengnya.

 

4. Tumbuhnya Jiwa Premanisme

Mental sebagian siswa yang ingin tampil keren, punya banyak uang, tapi tidak perlu kerja juga menjadi penyebab terjadinya tawuran. Mereka biasanya suka memalak siswa yang lemah. Nah, ketika siswa yang dipalak tersebut ternyata merupakan anggota geng lain, siswa tersebut pasti akan melapor ke ketuanya sehingga akan berujung pada tawuran di mana siswa yang dipalak dengan gengnya akan menuntut balas.

 

5. Pengaruh Lingkungan Urban

Keadaan urban dengan kondisi lingkungan di Indonesia yang di mana masyarakat nya banyak yang menengah ke bawah menjadi rentan akan kekerasan dan kejahatan. Lingkungan yang sering dirasakan oleh siswa di tempat tinggalnya sangat berpengaruh kepada siswa.

Seringnya terjadi keributan di lingkungan tempat tinggalnya membuat pola pikir anak berubah, bahwa masalah yang seharusnya bisa di selesaikan dengan kekeluargaan akan tetapi di selesaikan dengan cara kekerasan dan adu otot.

 

6. Gengsi

Gengsi sering menjadi alasan mengapa siswa laki-laki ikut tawuran, bagi siswa yang tidak ikut akan dianggap bahwa dia adalah siswa yang lemah, penakut, dan akan menjadi bahan ejekan dan bulan-bulanan bagi siswa yang lainnya.

Gengsi yang tertanam di jiwa siswa laki-laki sangat besar, tawuran juga biasa dijadikan aksi unjuk gigi dan ajang kuat-kuatan, siapa saja yang berhasil menaklukkan lawan akan disegani oleh siswa lainnya, gengsi seperti ini harus dihilangkan.

 

7. Minuman Keras

Memang cukup aneh bila ditemukan anak dibawah umur sudah minum minuman keras. Yang harus dipertanyakan darimana minuman tersebut didapat? Apakah penjual minuman keras tidak mengerti aturan pembatasan usia atau hanya semata-mata untuk mencari uang? Saat dalam kondisi mabuk, siswa bisa saja tanpa sadar menuju ke "markas geng" sekolah lain dan menantang/mengejek mereka sehingga akhirnya berujung pada tawuran.

 

8. Kurangnya Perhatian dari Guru

Guru biasanya hanya memperhatikan mereka yang pintar dan mengabaikan mereka yang kurang pintar. Padahal kemampuan setiap siswa berbeda-beda. Seharusnya yang kurang pintar ini dibimbing dan dicari tahu bakatnya kemudian disalurkan ke ekstrakurikuler yang tepat, supaya siswa ini juga punya prestasi di sekolah.

Proses pembimbingan oleh guru ini seharusnya dilakukan sejak mereka masih menjadi siswa baru karena mereka belum mengenal satu sama lain. Jika tidak diperhatikan, mereka akan mencari perhatian lain dengan berkumpul dengan "sesama" mereka. Inilah cikal bakal munculnya geng yang berujung pada tawuran pelajar.

 

9. Ketegasan Pihak Sekolah dan Pemerintah

Sekolah dan pemerintah juga turut berperan untuk mencegah terjadinya tawuran pelajar. Seperti melarang keluyuran di luar sekolah saat masih beratribut sekolah dan menghimbau agar siswa wajib pulang ke rumahnya setelah jam pulang sekolah berbunyi. Hal tersebut karena setelah pulang sekolah biasanya para siswa yang terlibat tawuran tidak langsung pulang ke rumah walaupun hanya untuk sekedar berganti pakaian. Tetapi mereka langsung ke "posko geng"nya untuk mengumpulkan "pasukan" dan mengadakan tawuran.

Selain pengawasan siswa saat pulang sekolah, Pembiaran anak dibawah umur untuk membawa kendaraan bermotor ke sekolah dan lemahnya upaya pencegahan pembolosan juga merupakan faktor pendukung terjadinya tawuran antar pelajar.

 

10. Sejarah Hubungan Antar Sekolah

Salah satu yang menjadi faktor terjadinya tawuran antar pelajar adalah sekolah yang mereka tempati memiliki hubungan yang kurang baik dengan sekolah lain, hubungan kurang baik ini biasanya sudah berlangsung sudah lama dan dijadikan sebagai rivalitas.

Mereka saling mempunyai sentimen negatif terhadap sekolah rivalnya. Akibatnya ketika mereka bertemu (misalnya dalam sebuah perlombaan), sangat rentan terjadi tawuran. Sama halnya seperti tawuran antar suporter sepak bola. Apalagi jika dipicu dengan yel-yel yang menyinggung sekolah lain.

======================================

Gimana pendapat kalian? Dan kira-kira gimana sih upaya yang tepat biar tawuran antar pelajar bisa berkurang?

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Tips Simple Untuk Mengurangi Grogi

Tips Simple Untuk Mengurangi Grogi

Semua orang pasti pernah merasakan grogi. Biasanya…

Menurut Pakar, Inilah Perasaan yang Akan Dialami Seseorang…

Menurut Pakar, Inilah Perasaan yang Akan Dialami Seseorang…

Kematian menjadi suatu hal yang pasti bagi mahkluk…

Inilah Alasan Kenapa Kamu Beruntung Tidak Sekolah…

Inilah Alasan Kenapa Kamu Beruntung Tidak Sekolah…

Percaya tidak percaya, pendidikan di Indonesia…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Selain Hafidz, Inilah 3 Siswa Lain Yang Juga Dapat…

Selain Hafidz, Inilah 3 Siswa…

Jika kalian mengira hanya Hafidh Rifa’i…
Deretan Etika Ketika Main Game Online

Deretan Etika Ketika Main Game…

Game online, berbeda dari game offline.…
Demi Ketemu Orang Tua, Remaja Ini Mengaku Diculik

Demi Ketemu Orang Tua, Remaja…

Seorang remaja kesepian di China dilaporkan…
Kucing Dilempar Di Sinetron Azab, Pecinta Hewan Terpelatuk

Kucing Dilempar Di Sinetron Azab,…

Berbagai kecaman soal adegan sinetron bertema…
Viral Challange Cium Sapi. Apa Pula Ini?!

Viral Challange Cium Sapi. Apa…

Pemerintah Austria mengeluarkan peringatan…
Penyebab Bukber Cuma Jadi Wacana Foreva

Penyebab Bukber Cuma Jadi Wacana…

Di bulan puasa, pasti hampir semua orang…
7 Tanda Depressi Yang Mungkin Tidak Kalian Ketahui

7 Tanda Depressi Yang Mungkin…

Depresi menjadi salah satu penyakit mental…
Ternyata Plastik Yang Bisa Dimakan Sudah Ada Di Indonesia

Ternyata Plastik Yang Bisa Dimakan…

Saat Anda memasak mi instan, sadarkah bahwa…
Baru Dilantik 15 Menit, Eh Bupati Ini Langsung Dicopot

Baru Dilantik 15 Menit, Eh Bupati…

Terdakwa suap terkait jual-beli jabatan…
Ada Apa Dengan Muh.Salim?

Ada Apa Dengan Muh.Salim?

Bagi kalian yang nolep dan hidup di sosmed,…
banner ads