loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Cara 5 Negara Setop Kekerasan Suporter Sepakbola

Cara 5 Negara Setop Kekerasan Suporter Sepakbola

25 September 2018

sepakbola Indonesia kembali menorehkan catatan hitam setelah seorang suporter tewas dikeroyok.

Suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla (23), meninggal dunia diduga karena dikeroyok sejumlah suporter Persib Bandung, jelang laga Liga 1 antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 23 September 2018 siang.

Belasan orang yang diduga mengeroyok Haringga telah ditangkap kepolisian.

Namun, berbagai pertanyaan muncul terkait apakah pemerintah, aparat keamanan dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), telah cukup melakukan pencegahan dan penindakan terkait kekerasan yang kerap menyelimuti dunia sepak bola dalam negeri.

Apakah Di luar negeri juga terjadi kekerasan supporter sepak bola? tentu saja iya. Berikut adalah beberapa cara mereka menanggulangi itu semua:

-Italia

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengancam batalkan seluruh liga di negara itu, setelah rentetan kekerasan oleh suporter berlangsung pada Januari 2007.

Salah satunya ketika seorang ofisial klub amatir Sammartinese, tewas ketika terjebak dalam perkelahian antara pendukung dan pemain bola, pada Sabtu (27/01/07).

Kala mengancam akan membatalkan seluruh kompetisi, Presiden FIGC saat itu, Luca Pancalli menyebut, “Kita dalam kondisi genting. Untuk memperbaiki citra sepak bola, saya siap mengambil langkah drastis."

Dan beberapa hari setelahnya, kematian karena aksi pendukung sepak bola Italia kembali terjadi.

Seorang polisi, Filippo Raciti, tewas saat bertugas melerai pertikaian antara dua pendukung klub Serie A, Catania dan Palermo, usai sebuah pertandingan pada Jumat (02/02/07).

Raciti disebut tewas karena ditusuk di bagian hatinya, dengan “benda tajam dari toilet”.

Geram, Pancalli pun melaksanakan janjinya, membatalkan seluruh pertandingan, bahkan laga yang digelar oleh tim nasional Italia, selama sepekan.

Kematian Raciti yang diliput berbagai media dunia, saat itu membangkitkan solidaritas dan dukungan terhadap keselamatan aparat keamanan.

-Turki

Gerah karena pertikaian antara suporter membuat salah satu klub sepak bola Turki, Fenerbahce, menerapkan cara unik, yaitu melarang laki-laki menonton di stadion, dan hanya membolehkan penonton perempuan dan anak-anak.

Kantor Berita Anadolu melaporkan, saat laga antara Fenerbahce dan Manisaspor, di Istanbul, pada September 2011, Fenerbahce memberikan lebih 41.000 tiket gratis kepada penonton perempuan dan anak-anak.

Tidak hanya di Turki, pertandingan Liga Champion antara Manchester City dengan klub asal Rusia, CSKA Moscow, di Rusia, pada 21 Oktober 2014, berlangsung tanpa ditonton satu orang pun di stadion.

Pelarangan penonton ini merupakan sanksi setelah supporter CSKA Moskow melakukan tindakan kekerasan saat sebuah laga di Roma, Italia, beberapa hari sebelumnya.

Namun, pelarangan penonton ini mendapat kritik sejumlah pihak. Misalnya yang menyebut penonton akan mencari tempat lain untuk menyaksikan sepakbola, seperti bar atau restoran, yang kembali membuka peluang terjadinya pertikaian antara pendukung.

Apalagi tempat-tempat hiburan tersebut cenderung memiliki pengawalan yang lebih longgar.

-Inggris

Sejak tahun 1970an, Asosiasi Sepakbola Inggris (FA), mencegah potensi kekerasan yang terjadi di dalam stadion dengan memisahkan tempat duduk penonton dari kedua kubu.

Lewat pernyataan resminya, FA menyebut, cara segragasi ini “telah secara signifikan mengurangi aksi kekerasan di dalam stadion”.

Dalam mayoritas pertandingan, kebanyakan kursi tentunya diisi oleh penggemar dari tim tuan rumah. Penggemar klub tamu biasanya duduk di zona berbeda, yang cenderung bukan tempat duduk favorit.

Antara keduanya diberi pembatas, dan kadang sejumlah petugas jaga non-polisi (steward).

Antara tahun 1970an hingga 1990an, sejumlah laga bahkan melarang pendukung bertemu di luar stadion: alur jalan masuk dan keluar dipisah.

Namun, sejak pertengahan tahun 2000an, pengamanan sudah semakin rileks. Usai pertandingan, pendukung kedua tim bisa berjalan bersebelahan di luar stadion.

-Rusia

Spartak Moscow, Lokomotiv Moscow dan CSKA Moscow adalah klub yang pendukungnya kerap rusuh.

Rusia pun memiliki polisi anti-huru hara dengan perlengkapan komplit, yang kerap dipanggil para suporter sebagai “kosmonot”, karena pakaian pelindung tebal dan helm yang mereka kenakan.

Polisi tersebut dilengkapi tameng, pentungan dan gas air mata untuk menindak tegas pelaku, yang sering bersenjata.

Bahkan, tiga minggu jelang pembukaan Piala Dunia 2018, pemerintahan Presiden Vladimir Putin meluncurkan video yang memperlihatkan polisi menguji coba penggunaan pistol dan senapan mesin, untuk menakut-nakuti penggemar yang berniat rusuh.

Lebih jauh lagi, hukuman terkait tindakan yang dilakukan suporter, juga bisa dijatuhkan pada klub atau tim nasional yang didukungnya.

Pada 2016 lalu, Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), mendeportasi 50 suporter asal Rusia, dan menjatuhkan sanksi denda €150.000 atau sekitar Rp2,7 miliar kepada tim nasional Rusia, setelah melakukan kekerasan berantai dan terkoordinasi, saat penyelenggraan Euro 2016 di Prancis.

-Belgia

Program Pelatihan Suporter dimulai oleh klub asal Belgia, Standard Liege, pada akhir 1980an. Idenya mencegah terjadinya kekerasan oleh suporter dengan meredam gejalanya sejak dini.

Dalam program ini anak-anak muda ditanamkan nilai toleransi selama menonton bola.

Pengajaran dilakukan oleh sejumlah pemain bintang dan mantan perusuh, yang memberi tahu kepada anak muda bahwa kekerasan yang dilakukan berpotensi fatal, melukai, dan berujung dengan catatan kriminal yang membuat mereka sulit mendapat pekerjaan di kemudian hari.

Program yang kemudian ditiru oleh banyak negara ini pernah mendapatkan penghargaan UEFA-backed European Football Supporters Award pada 2011, atas upaya tidak kenal lelahnya dalam melawan kekerasan di dunia olahraga.

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Siswa Enggan Dipimpin Ketua Osis Non-Muslim, Efek…

Siswa Enggan Dipimpin Ketua Osis Non-Muslim, Efek…

Pilkada sudah selesai. Harusnya gontok-gontokan,…

Penyebab Resolusi Tahunan Kita Gagal Maning

Penyebab Resolusi Tahunan Kita Gagal Maning

Selamat Tahun Baru 2017…

Perlu Gak Sih Full Day School?

Perlu Gak Sih Full Day School?

Akhir-akhir ini kalo kita perhatikan di medsos ramai…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Sisa Air Mandi Idol Dijual 12 Juta/Botol

Sisa Air Mandi Idol Dijual 12…

Jepang memang terkenal sebagai negara yang…
Tidak Jorok! Mandi Sekali Sehari Ternyata Menyehatkan

Tidak Jorok! Mandi Sekali Sehari…

Mandi dua kali sudah jadi kebiasaan…
China Terapkan Hadiah Rp 1 M Jika Laporkan Konten…

China Terapkan Hadiah Rp 1 M Jika…

Dari dulu Indonesia selalu berperang dengan…
Punya Pacar Kasar, Kok Masih Bertahan?

Punya Pacar Kasar, Kok Masih Bertahan?

unya pacar kasar, entah main tangan atau…
Inilah Alasan Kenapa Kamu Beruntung Tidak Sekolah…

Inilah Alasan Kenapa Kamu Beruntung…

Percaya tidak percaya, pendidikan di Indonesia…
5 Hal Yang Kita Sering Lakukan Ketika Jam Kosong Di…

5 Hal Yang Kita Sering Lakukan…

Jam pelajaran paling disukai semua murid,…
Triout, Malware Mengerikan yang Menyamar Jadi VPN

Triout, Malware Mengerikan yang…

Pembuat malware punya banyak cara…
Tidak Cuma Dipukuli, Cleaning Service Ini Juga Bakal…

Tidak Cuma Dipukuli, Cleaning…

Seorang pekerja cleaning service SMPN Galesong…
Kenapa Sih Banyak Murid Menentang Guru?

Kenapa Sih Banyak Murid Menentang…

Pada Oktober 2018, seorang siswa SMAN 7…
Punya Rambut Panjang Sampai Kaki, Perempuan Ini Tidak…

Punya Rambut Panjang Sampai Kaki,…

Kebanyakan orang tak tahan kalau tidak keramas atau…
banner ads