loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Kisah TKI Tuti Tursilawati yang Dieksekusi Arab Saudi Tanpa Permisi ke Pemerintah Indonesia

Kisah TKI Tuti Tursilawati yang Dieksekusi Arab Saudi Tanpa Permisi ke Pemerintah Indonesia

01 November 2018

Belum selesai perkara hilangnya wartawan Jamal Khassoghi yang menyeret pemerintahan Arab Saudi, salah seorang TKI bernama Tuti Tursilawati dikabarkan telah dieksekusi mati oleh negeri Timur Tengah tersebut. Sama seperti kasus yang dialami oleh pekerja migran lainnya, Tuti harus meregang nyawa di tangan algojo karena kasus pembunuhan.

Yang miris, proses eksekusi dirinya dilakukan tanpa ada pemberitahuan resmi terhadap pemerintah Indonesia. Alhasil, pihak Indonesia baru mengetahuinya saat Tuti telah terbujur kaku menjadi mayat. Alasannya, sosok TKI asal Majalengka telah divonis hukuman Terberat di Arab Saudi, Hadd Ghillah. Seperti apa peristiwa memilukan itu terjadi?

Sejatinya, keberangkatan Tuti menuju Arab Saudi dalam rangka ingin merubah nasibnya agar menjadi lebih baik. Dilansir dari nasional.tempo.co, dirinya pergi ke negeri di kawasan Timur Tengah itu pada 2009 dan bekerja sebagai penjaga lansia pada sebuah keluarga di Kota Thaif. Sayang, beberapa hak-haknya sebagai seorang TKI ternyata tak terpenuhi secara maksimal. Dari sinilah awal petaka pembunuhan yang menyeret namanya dimulai.

Niat bekerja dan mendapat kehidupan yang lebih baik di Arab Saudi, rupanya belum dinikmati oleh sosok Tuti Tursilawati. Dilansir dari nasional.tempo.co, dirinya yang bekerja selama 8 bulan, hanya menikmati 2 bulan gaji yang diberikan oleh majikannya. Selebihnya yang tinggal 6 bulan tak dibayarkan sebagaimana mestinya. Tak hanya itu, Tuti juga kerap mendapat kekerasan fisik dan ancaman pemerkosaan dari majikannya. Hal inilah yang akhirnya membuat Tuti gelap mata dan membunuh sang majikan.

Diketahui, Arab Saudi memberlakuan tiga tingkatan hukuman mati di negaranya. Dilansir dari nasional.tempo.co, yang pertama adalah Ta’zir, di mana hukuman tersebut bisa dimaafkan oleh raja. Kedua, ada Qisas yang dijalankan sesuai Al-Quran dan hadist. Hukuman ini umumnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan dengan memberikan diyat (denda atau tebusan) sehingga korban dimaafkan. Terakhir adalah hadd ghillah yang dialami oleh Tuti Tursilawati. Di mana pasal tersebut dikenai pada pelaku korban pembunuhan berencana yang tidak bisa dimaafkan oleh Raja atau pun ahli waris dari keluarga korban.

Dilansir dari nasional.tempo.co, Tuti sempat kabur e Mekkah dengan membawa perhiasan dan uang 31.500 riyal Arab Saudi milik majikannya. Dalam pelariannya, ia bahkan sempat diperkosa 9 pemuda Arab Saudi dan mengambil barang-barang miliknya. Selain ke-9 orang yang akhirnya tertangkap dan diadili, Tuti juga ikut masuk bui atas kasus pembunuhan dan dikenai hukuman Hadd Ghillah. Sempat didampingi untuk proses bantuan hukum, Tuti Tursilawati akhirnya harus melepas nyawa di tangan algojo tanpa sepengetahuan pemerintah Indonesia.

Kasus yang menimpa Tuti di atas, semakin menambah panjang warga Indonesia yang harus meregang nyawa di tanah perantauan. Dilansir dari nasional.kompas.co, masih ada 13 orang lainnya yang juga menunggu eksekusi mati. Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, sejak 2011 hingga 2018, ada 103 WNI yang terancam hukuman mati. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah berhasil membebaskan 85 WNI dari hukuman mati. Kemudian, sebanyak 5 WNI telah dieksekusi salah satunya Tuti Tursilawati pada Senin, 29 Oktober 2018. Adapun 13 WNI lainnya masih terancam.

========================================

Dalam melakukan sebuah hukuman, setiap negara tentu memiliki prosedurnya masing-masing. Seperti Arab Saudi di atas, keputusan eksekusi mati terhadap Tuti Tursilawati telah menjadi kebijakan baku yang tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun. Termasuk Indonesia sendiri.

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

KPK Setor Rp11,5 Miliar ke Kas Negara Hasil Rampasan…

KPK Setor Rp11,5 Miliar ke Kas Negara Hasil Rampasan…

Unit Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi)…

Vonis Tipu-Tipu First Travel Keluar. Apakah Setimpal?

Vonis Tipu-Tipu First Travel Keluar. Apakah Setimpal?

engadilan Tinggi (PT) Bandung menolak permohonan…

4 Jenis Motor Sasaran Curanmor

4 Jenis Motor Sasaran Curanmor

Curanmor bisa terjadi di mana-mana dan menimpa…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Sisa Air Mandi Idol Dijual 12 Juta/Botol

Sisa Air Mandi Idol Dijual 12…

Jepang memang terkenal sebagai negara yang…
Tidak Jorok! Mandi Sekali Sehari Ternyata Menyehatkan

Tidak Jorok! Mandi Sekali Sehari…

Mandi dua kali sudah jadi kebiasaan…
China Terapkan Hadiah Rp 1 M Jika Laporkan Konten…

China Terapkan Hadiah Rp 1 M Jika…

Dari dulu Indonesia selalu berperang dengan…
Punya Pacar Kasar, Kok Masih Bertahan?

Punya Pacar Kasar, Kok Masih Bertahan?

unya pacar kasar, entah main tangan atau…
Inilah Alasan Kenapa Kamu Beruntung Tidak Sekolah…

Inilah Alasan Kenapa Kamu Beruntung…

Percaya tidak percaya, pendidikan di Indonesia…
5 Hal Yang Kita Sering Lakukan Ketika Jam Kosong Di…

5 Hal Yang Kita Sering Lakukan…

Jam pelajaran paling disukai semua murid,…
Triout, Malware Mengerikan yang Menyamar Jadi VPN

Triout, Malware Mengerikan yang…

Pembuat malware punya banyak cara…
Tidak Cuma Dipukuli, Cleaning Service Ini Juga Bakal…

Tidak Cuma Dipukuli, Cleaning…

Seorang pekerja cleaning service SMPN Galesong…
Kenapa Sih Banyak Murid Menentang Guru?

Kenapa Sih Banyak Murid Menentang…

Pada Oktober 2018, seorang siswa SMAN 7…
Punya Rambut Panjang Sampai Kaki, Perempuan Ini Tidak…

Punya Rambut Panjang Sampai Kaki,…

Kebanyakan orang tak tahan kalau tidak keramas atau…
banner ads