loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

5 Kali saat PSSI Buat Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF

5 Kali saat PSSI Buat Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF

23 November 2018

Salah satu penyebab kegagalan Timnas kita di AFF kemarin, adalah tidak lain dan tidak bukan adalah PSSI itu sendiri. Dampak dari drama berlarut-larut soal Luis Milla menyebabkan persiapan Timnas menjadi molor.

Sebenarnya itu bukan kali pertama PSSI punya andil terhadap prestasi buruk Timnas Indonesia di Piala AFF. Berikut lima kali saat PSSI buat Indonesia gagal di turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.

1. Piala AFF 2007, era kediktatoran Nurdin Halid

Menggantikan Agum Gumelar sebagai ketua umum PSSI, Nurdin Halid menjadi figur yang penuh kontroversi selama masa kepemimpinannya. Pernah ditahan karena kasus korupsi, memulai naturalisasi, sampai kontra dengan penghentian APBD untuk klub. Kala itu, PSSI bahkan sampai jadi sorotan FIFA.

Piala AFF 2007 masih di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Tahun itu adalah saat pertama kalinya Indonesia gagal lolos dari fase penyisihan grup. Harapan yang diemban kala itu begitu besar, pasalnya dalam lima turnamen terakhir, Indonesia selalu sukses melaju sampai semifinal, tiga di antaranya bahkan sampai final.

Bersama Peter Withe, Timnas Indonesia sebenarnya sukses mengumpulkan lima poin, sama dengan dua tim yang lolos ke semifinal, yaitu Singapura dan Vietnam. Sialnya Tim Garuda harus pulang lebih cepat karena kalah produktifitas gol. Gagal, saat itu pun Peter Withe dipecat dan digantikan Ivan Kolev.

2. Piala AFF 2010, politisasi Timnas berujung kegagalan

Sebenarnya, Piala AFF 2010 adalah saat Timnas Indonesia sangat diunggulkan untuk juara. Selain menjadi tuan rumah, kala itu bisa dibilang skuat asuhan Alfred Riedl adalah salah satu yang terbaik sepanjang masa. Hasilnya, di tengah berbagai masalah PSSI, Tim Garuda menjawab harapan dengan tampil gemilang.

Performa positif tersebut kemudian diteruskan Firman Utina dan kolega hingga final. Dari perjalanan ke final, Timnas sukses menarik animo masyarakat yang sudah tinggi, jadi lebih tinggi lagi. Namun, justru dari sana petaka terjadi. Melihat sorotan yang diterima, Timnas pun dijadikan alat politik.

Alih-alih menyiapkan diri demi menghadapi Malaysia, Firman Utina cs malah harus menghadiri beberapa undangan acara politik. Alfred Riedl kala itu sampai geram dan hasil final mengamininya dengan menjadi kekalahan dengan agregat 4-2. Usai Piala AFF, drama luar lapangan pun berlanjut. Suporter meminta Nurdin Halid untuk turun, yang kemudian terealisasikan pada 1 April 2011.

3. Piala AFF 2012, kisruh PSSI vs KPSI

Status runner-up tak berarti apa-apa buat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2012. Edisi tersebut jadi yang kedua kalinya Timnas Indonesia gagal lolos dari fase grup. Kegagalan tersebut tentu ada andil dari kisruh yang terjadi di tubuh PSSI, salah satunya juga menyebabkan dualisme kompetisi yang kontroversial.

Seperti yang telah diketahui, tahun 2012, PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin berseteru dengan Komite Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), yang diketuai La Nyalla Mattalitti. Alhasil, keduanya menghasilkan dualisme kompetisi, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL).

Hasil dari dualisme liga tersebut adalah gagal totalnya Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Pasalnya, Tim Garuda hanya bisa diperkuat para pemain dari IPL, sementara pilar penting yang bermain di ISL tak bisa dipanggil. 

Seperti yg disebut sebelumnya, tanpa pemain andalan, Nil Maizar gagal total dengan hanya mengoleksi empat poin. Tim Merah kalah dari Singapura dan Malaysia dengan berada di peringkat ketiga. Usai kompetisi, Nil Maizar langsung dipecat.

4. Piala AFF 2014, dua kali gagal secara beruntun

Masih membawa sisa konflik PSSI pada turnamen sebelumnya, Timnas Indonesia kembali gagal pada Piala AFF 2014. Di Grup A, skuat Merah Putih harus bermain imbang 2-2 bersama Vietnam, kalah dari Filipina untuk pertama kali dalam sejarah dengan skor telak 4-0, dan kemenangan 5-1 atas Laos menjadi tak berarti.

Indonesia tersingkir karena hanya bisa meraih empat poin dan duduk di peringkat ketiga klasemen. Tentu kegagalan tersebut tak sesuai target dan membuat PSSI memecat Alfred Riedl. Padahal, kontrak pelatih asal Austria tersebut kala itu masih menyisakan satu tahun lagi.

Konflik organisasi, jadwal padat kompetisi lokal, serta bentrok dengan momen kampanye jelang Pilpres, membuat tim pelatih timnas sulit menyusun jadwal. Alhasil, hanya tiga hari waktu Timnas untuk melakukan persiapan. Minimnya waktu berlatih bersama jadi salah satu faktor utama kegagalan.

5. Piala AFF 2016, kebijakan aneh dua pemain per tim

Pada Piala AFF 2016, Indonesia tak diunggulkan sama sekali. Lagi-lagi karena persiapan pas-pasan dari PSSI. Penunjukkan Alfred Riedl kembali sebagai pelatih pun ditengarai keterbatasan waktu. Kala itu, meski pada edisi sebelumnya gagal total, Riedl dipertimbangkan karena sudah tahu kondisi sepakbola Indonesia.

Baru lepas dari jeratan sanksi FIFA, PSSI terganjal dengan pemain yang tak mau dilepas klub untuk mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC). Alhasil Riedl hanya bisa membawa maksimal dua pemain dari tiap klub. Hal tersebut tentunya semakin membuat Indonesia tak diunggulkan, bahkan hanya untuk lolos fase grup.

Takdir berkata lain dengan secara dramatis Tim Garuda lolos dari fase grup. Semifinal pun secara mengejutkan Indonesia mengalahkan Vietnam yang lebih diunggulkan, unggul agregat 4-3. Namun, nasib baik tersebut hanya sampai situ, karena di babak final, setelah menang pada leg pertama Indonesia harus kembali jadi runner-up usai tumbang dari Thailand. 

============================

Bagaimana caranya menyelamatkan persepakbolaan Indonesia? perlukah kita mengumpulkan Dragonball?

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

15 Tahun Jadi Guru Honorer, Nining Tetap Bertahan…

15 Tahun Jadi Guru Honorer, Nining Tetap Bertahan…

Nining Suryani (44), guru di SDN Karyabuana 3 Cibaliung,…

Gaya Mainstream MAKIN GATOT!

Gaya Mainstream MAKIN GATOT!

1....

Setelah gerah ngeliat

Tradisi Perayaan Idul Fitri Di Berbagai Negara

Tradisi Perayaan Idul Fitri Di Berbagai Negara

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, berakhirnya…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

15 Tahun Jadi Guru Honorer, Nining Tetap Bertahan…

15 Tahun Jadi Guru Honorer, Nining…

Nining Suryani (44), guru di SDN Karyabuana…
Lagi, Siswa SMA Meninggal Saat MOS. Diduga Dipukuli…

Lagi, Siswa SMA Meninggal Saat…

Masa Orientasi Siswa (MOS) kembali menelan…
6 Jenis Anak Yang Rentan Jadi Korban Bully

6 Jenis Anak Yang Rentan Jadi…

Kasus bullying di sekolah mungkin sering…
4 Sosok Anak Indonesia Yang Berhasil Main Game Hingga…

4 Sosok Anak Indonesia Yang Berhasil…

Sebagai anak muda yang hidup di era digital…
Seorang Buron Berhasil Tertangkap Gara-Gara Kentut…

Seorang Buron Berhasil Tertangkap…

Sepandai-pandainya bangkai disimpan, baunya…
Terlalu Kurus, Napi Ini Kabur Dengan Nyelip Jeruji…

Terlalu Kurus, Napi Ini Kabur…

Pencuri di Bolivia menghebohkan dunia internasional.…
Mengenal Pelayat Bayaran. Nangis Makin Kejer, Duit…

Mengenal Pelayat Bayaran. Nangis…

Di tengah dunia modern yang apa-apa semakin…
Aksi Boikot Jepang Trending Di Korsel. Ada Apa Ini?

Aksi Boikot Jepang Trending Di…

Aksi Boikot Jepang sedang marak di Korea…
Kisah 3 Orang Yang Betah Dipenjara

Kisah 3 Orang Yang Betah Dipenjara

Bagi sebagian orang, penjara adalah tempat…
Hal-Hal Alay Yang Dulu Pernah Kita Lakukan

Hal-Hal Alay Yang Dulu Pernah…

Fase hidup manusia zaman sekarang adalah:…
banner ads