loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Benarkah Tsunami Aceh Sudah Diramalkan?

Benarkah Tsunami Aceh Sudah Diramalkan?

27 December 2018

Jejak tsunami Aceh tak hanya bisa dilacak melalui catatan geologis saja. Pada 2006 silam, Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara, Oman Fathurahman, menemukan catatan tangan di sampul sebuah manuskrip abad ke-19 di Zawiyah Tanoh Abee, Aceh Besar. Menunjukkan bahwa selain catatan geologis, jejak tsunami Aceh juga termaktub dalam manuskrip kuno.

Secara eksplisit, catatan itu menyebutkan, pernah terjadi gempa besar untuk kedua kali pada pagi hari, Kamis, 9 Jumadil Akhir 1248 Hijriah atau 3 November 1832. Angka tersebut menjadi sangat menarik karena dari beberapa catatan penjelajah Barat, mereka juga menyatakan pernah terjadi gempa di pantai barat Sumatera pada 24 November 1883.

“Bisa jadi itu adalah dua gempa yang berbeda, yang paling penting adalah adanya catatan yang membuktikan bahwa Aceh kerap dilanda gempa besar,” ujar Oman yang juga pakar filologi dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Sebelumnya, pada 2005, Oman juga menemukan naskah Takbir Gempa di perpustakaan Ali Hasjmy, Banda Aceh. Naskah anonim tersebut diperkirakan dibuat sekitar abad ke-18.

Manuskrip di perpustakaan Ali Hasjmy memaparkan kejadian yang meliputi gempa bumi dalam rentang waktu dari subuh hingga tengah malam, dalam 12 bulan. Pada salah satu bagiannya disebutkan: ”Jika gempa pada bulan Rajab, pada waktu subuh, alamatnya segala isi negeri bersusah hati dengan kekurangan makanan. Jika pada waktu Duha gempa itu, alamatnya air laut keras akan datang ke dalam negeri itu…”

Tak hanya itu, dengan bernas naskah itu juga menggambarkan bagaimana gempa bisa memicu naiknya air laut hingga ke daratan. Naiknya air laut itulah yang kini dikenal dengan tsunami. Namun, jauh sebelumnya, orang Aceh juga memiliki kosakata ïe beunaatau “air bah besar dari laut”. Kata ini tak lagi dipakai hingga kejadian tsunami 2004.

Smong, tsunami dalam istilah Simeulue

Selain Oman, nama lain yang menemukan manuskrip perihal tsunami Aceh adalah filolog dari IAIN Ar Raniry, Banda Aceh, Hermansyah. Ia menemukan “Naskah Gempa dan Gerhana Wa-Shahibul” dalam kitab Ibrahim Lambunot, koleksi Museum Negeri Aceh. Naskah itu menyebutkan tentang smong yang terjadi pada 1324 H atau 1906 M.

“Smong” adalah bahasa Simeulue yang berarti “naiknya air laut setelah gempa”. Di Pulau Simeulue, pengetahuan tentang smong ini masih lestari dan terbukti menyelamatkan warga saat tsunami 2004. Meski ribuan rumah di pulau itu rusak diterjang tsunami, korban tewas ”hanya” tujuh orang.

Sedikit mundur ke belakang, warga Simeulue pernah dikejutkan oleh smog yang terjadi di pulau mereka pada 1907, setahun setelah catatan dalalam kitab Ibrahim Lambunot muncul. Berturut-turut, manuskrip kejadian gempa pada masa lalu ditemukan di sejumlah daerah lain.

Filolog lainnya yang menemukan naskah serupa adalah Zuriati dari Universitas Andalas, Sumatera Barat. Naskah ini mirip Takbir Gempa dari Aceh.

Adapun di Perpustakaan Nasional, Jakarta, tersimpan naskah Ramalan Gempa. Naskah sejenis tersimpan di The Delf Collection, Belanda. Naskah itu berjudul Kitab Ta’bir dan mengandung sejumlah teks, meliputi takbir mimpi, takbir kusyuf alkamar wa asy-syams(gerhana bulan dan matahari), dan takbir lindu (gempa bumi).

Begitulah, tidak hanya ada di catatan-catatan geologis saja, jejak tsunami Aceh juga termaktub dalam manuskrip kuno.

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Trauma Dilarang ke Toilet Saat Menstruasi, Siswi SMP…

Trauma Dilarang ke Toilet Saat Menstruasi, Siswi SMP…

Seorang bocah 11 tahun merasa trauma dan dipermalukan.…

Klarifikasi Qatar Soal Pemainnya Yang 'Bertumbangan'…

Klarifikasi Qatar Soal Pemainnya Yang 'Bertumbangan'…

Tim nasional sepak bola U-19 Qatar mengklarifikasi…

2 Alasan Guru Rela Berdamai dengan Siswa yang Merokok…

2 Alasan Guru Rela Berdamai dengan Siswa yang Merokok…

Guru dan siswa SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Kisah sedih Usma, kiosnya ludes dijarah para perusuh…

Kisah sedih Usma, kiosnya ludes…

Aksi 22 Mei menyisakan banyak cerita tak…
5 Bahaya Jika Buka Puasa, Gorengan TEROOOS!

5 Bahaya Jika Buka Puasa, Gorengan…

Alih-alih berburu gorengan saat menjelang…
Bucin to The MAX! Rela Digampar 52 Kali Karena Nggak…

Bucin to The MAX! Rela Digampar…

Tiap tanggal 14 Februari mungkin diperingati…
Kominfo Yakin Batasi Medsos Efektif Tangkal Hoaks.…

Kominfo Yakin Batasi Medsos Efektif…

Menkominfo Rudiantara meyakini…
Respect! Meskipun Motornya Dicuri, Mamang Ojol Ini…

Respect! Meskipun Motornya Dicuri,…

Kisah luar biasa datang dari driver ojek…
Sisi Lain Di Balik Ricuh 22 Mei

Sisi Lain Di Balik Ricuh 22 Mei

Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan…
Sampai Kapankah Sosmed Dibatasi Pemerintah?

Sampai Kapankah Sosmed Dibatasi…

Kita sama-sama menyadari kalau medsos seperti…
3 Bahaya Pakai VPN Buat Ngakalin Yang Diblokir

3 Bahaya Pakai VPN Buat Ngakalin…

Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya…
Wow! Aksi 22 Mei Jadi Objek Selfie Anak SMA

Wow! Aksi 22 Mei Jadi Objek Selfie…

Aksi 22 Mei berhasil menarik perhatian seluruh…
Suara Fals Saat Karaoke, 2 Pria Digebukin

Suara Fals Saat Karaoke, 2 Pria…

Bernyanyi adalah hal yang boleh dilakukan…
banner ads