loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Aturan Baru, Untuk Membuat Koruptor Malu. Efektifkah?

Aturan Baru, Untuk Membuat Koruptor Malu. Efektifkah?

04 January 2019

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menerapkan aturan baru terhadap tahanan kasus korupsi, pada Rabu (2/1/2019). Dengan aturan baru ini, selain mengenakan rompi oranye, tangan mereka juga akan diborgol bila keluar dari rumah tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan aturan baru ini diberlakukan komisi antirasuah dengan alasan demi keamanan.

Febri mengatakan, aturan ini diberlakukan karena tahanan KPK seringkali harus keluar rutan, di antaranya untuk menjalani pemeriksaan di KPK, mengikuti persidangan baik sebagai terdakwa maupun saksi, atau berobat.

Selain itu, Pasal 12 ayat (2) Peraturan KPK Nomor. 01 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK pun mengatur bahwa: “dalam hal tahanan dibawa ke luar Rutan, dilakukan pemborgolan.”

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengapresiasi langkah KPK ini. Ia menilai pemborgolan tahanan sebagai langkah penting untuk membuat efek malu bagi para koruptor.

Selain itu, kata Adnan, pemborgolan juga memberikan pesan bahwa pelaku korupsi setara dengan pelaku kejahatan lainnya.

Meski begitu, Adnan menilai, aturan ini belum cukup untuk membuat para koruptor “jera.” Sebab, kata Adnan, untuk membuat efek jera diperlukan aksi nyata dari berbagai entitas, mulai dari pemerintah, legislator, hingga penegak hukum lain, selain KPK.

Salah satunya, Adnan mencontohkan, realisasi pemiskinan terhadap terpidana korupsi. Aktivis ICW ini menilai, hal ini menjadi domain DPR bersama pemerintah untuk merumuskan aturannya.

Selain itu, kata Adnan, penegak hukum lainnya, seperti Polri dan Kejaksaan juga mesti menggenjot penanganan seluruh perkara korupsi. Termasuk seluruh kejahatan korupsi harus dilanjutkan ke kasus “Tindak Pidana Pencucian Uang.”

Sementara itu, Guru Besar Hukum Acara Pidana dari Universitas Jenderal Soediman Hibnu Nugroho beranggapan tidak ada hukum yang dilanggar KPK dari aturan baru ini.

Hibnu menjelaskan, secara hukum memang diperlukan dua alasan bagi penegak hukum untuk melakukan pemborgolan.

Pertama ialah alasan objektif, yakni pemborgolan hanya dilakukan terhadap tahanan tindak pidana yang dapat ditahan, atau dengan kata lain ancaman hukumannya mencapai 5 tahun penjara.

Alasan kedua, kata Hibnu, ialah alasan subjektif, yakni ada kekhawatiran dari penegak hukum tahanan akan melarikan diri.

Hibnu menilai jawaban itu kembali lagi kepada subjektifitas penegak hukum. Artinya, dalam konteks ini KPK berhak untuk menerapkan aturan baru: tahanan KPK diborgol jika keluar dari rutan.

Upaya KPK Membuat Koruptor “Jera”

KPK memang beberapa kali menyematkan "aksesoris" pada pasien-pasiennya. Bermula pada 2012, Abraham Samad yang saat itu menjabat Ketua KPK menerapkan penggunaan “jaket” bagi tahanan KPK.

Jaket yang digunakan berwarna putih dengan logo KPK di bagian dada kanan.

Namun, penggunaan jaket berwarna putih ini sempat menimbulkan sensasi, saat mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom [tahanan KPK saat itu] justru memadukan jaket itu dengan ikat pinggang besar berwarna hitam.

Perpaduan itu malah membuatnya terlihat modis.

Setahun berselang, tepatnya pada 24 Mei 2014, KPK mengubah jaket berwarna putih dengan 4 model jaket.

Pertama baju oranye berlengan untuk kegiatan sehari-hari. Kedua rompi oranye untuk mengikuti persidangan. Ketiga baju hitam untuk olahraga. Keempat baju oranye tanpa lengan bagi koruptor yang tertangkap tangan.

Kemudian “aksesoris” bagi koruptor menjadi lebih sederhana, yakni hanya penggunaan “rompi oranye” tanpa lengan. Rompi ini digunakan tahanan saat hendak diperiksa di Gedung KPK atau menjalani sidang.

Respons Tahanan

Menanggapi aturan baru ini, tersangka kasus suap kerja sama PLTU Riau-1 Idrus Marham mengaku tidak keberatan asalkan aturan ini memiliki dasar hukum. Ia pun mengingatkan, pemborgolan ini mesti jadi bagian dari keseluruhan sistem pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Apa yang dilakukan KPK soal borgol, saya kira bagian dari format penanganan masalah-masalah korupsi dan juga masalah-masalah hukum lain,” kata Idrus, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Hal senada diungkapkan terdakwa skandal PLTU Riau-1 lainnya, Eni Maulani Saragih. Ia mengaku tidak terbebani dengan aturan ini.

“Kalau peraturan seperti itu ya, harus jalani, saya nikmati saja memakai baju orennye seperti jakmania,” kata polikus Golkar ini.

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Akibat Terlalu Percaya Sama GPS

Akibat Terlalu Percaya Sama GPS

Memakai GPS atau Global Positioning System…

Alasan Mengapa Bule Iri Setengah Mati dengan Kehidupan…

Alasan Mengapa Bule Iri Setengah Mati dengan Kehidupan…

Mungkin sebagian orang masih beranggapan bahwa…

Cenat-Cenut Part 2, Smash is Back!

Cenat-Cenut Part 2, Smash is Back!

Ada yang kangen sama Smash? Dikabarkan, mereka…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Kisah sedih Usma, kiosnya ludes dijarah para perusuh…

Kisah sedih Usma, kiosnya ludes…

Aksi 22 Mei menyisakan banyak cerita tak…
5 Bahaya Jika Buka Puasa, Gorengan TEROOOS!

5 Bahaya Jika Buka Puasa, Gorengan…

Alih-alih berburu gorengan saat menjelang…
Bucin to The MAX! Rela Digampar 52 Kali Karena Nggak…

Bucin to The MAX! Rela Digampar…

Tiap tanggal 14 Februari mungkin diperingati…
Kominfo Yakin Batasi Medsos Efektif Tangkal Hoaks.…

Kominfo Yakin Batasi Medsos Efektif…

Menkominfo Rudiantara meyakini…
Respect! Meskipun Motornya Dicuri, Mamang Ojol Ini…

Respect! Meskipun Motornya Dicuri,…

Kisah luar biasa datang dari driver ojek…
Sisi Lain Di Balik Ricuh 22 Mei

Sisi Lain Di Balik Ricuh 22 Mei

Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan…
Sampai Kapankah Sosmed Dibatasi Pemerintah?

Sampai Kapankah Sosmed Dibatasi…

Kita sama-sama menyadari kalau medsos seperti…
3 Bahaya Pakai VPN Buat Ngakalin Yang Diblokir

3 Bahaya Pakai VPN Buat Ngakalin…

Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya…
Wow! Aksi 22 Mei Jadi Objek Selfie Anak SMA

Wow! Aksi 22 Mei Jadi Objek Selfie…

Aksi 22 Mei berhasil menarik perhatian seluruh…
Suara Fals Saat Karaoke, 2 Pria Digebukin

Suara Fals Saat Karaoke, 2 Pria…

Bernyanyi adalah hal yang boleh dilakukan…
banner ads