loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Inilah Kenapa PSSI Harus Belajar Dari Tsubasa

Inilah Kenapa PSSI Harus Belajar Dari Tsubasa

04 February 2019

Inilah ulasan singkat, kenapa PSSI harus belajar dari Tsubasa:

  • Pembinaan Pemain Muda yang Baik

Dalam anime Captain Tsubasa, pembinaan pemain muda dilakukan dengan sangat baik oleh federasi sepakbola Jepang. Jenjang kompetisi dari kejuaraan nasional sepakbola tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas, terus dilakukan untuk regenerasi pesepakbola Jepang yang kelak akan membawa Jepang dalam pentas sepakbola internasional.

Selain itu, orang tua para pesepakbola di Captain Tsubasa juga menunjukkan kalau masyarakat Jepang mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh talenta muda tersebut. Setiap pertandingan dari tingkat Sekolah Dasar dilakukan di stadion besar dan hampir selalu dipenuhi oleh para penonton.

Di Indonesia, pembinaan pemain muda sudah dilakukan, tapi saya pikir hal ini tidaklah maksimal. Masih banyak orang tua yang belum secara penuh mempercayai anak-anaknya untuk menjadi pesepakbola profesional karena tidak ada jaminan kesejahteraan bagi para pesepakbola profesional. Tidak seperti di negara maju, para Garuda Muda baru bisa bermimpi, tapi belum dapat diwujudkan.

  • Peran Media Massa

Barangkali, perkataan mantan Ketua PSSI, Edy Rachmayadi, ada benarnya. Beliau pernah berkata bahwa "wartawan harus baik", sehingga sepakbola Indonesia maju.

Di Captain Tsubasa saya melihat bahwa para wartawan di sana bekerja dengan baik. Bukan cuma liga profesional saja yang ditayangkan di televisi, kejuaraan nasional antar Sekolah Dasar pun ditayangkan secara langsung. Hal ini tentu saja membuat para pemain muda bersemangat dalam berkompetisi karena disaksikan oleh jutaan pasang mata.

Selain itu, kita lihat juga, bahwa begitu banyaknya para pengamat sepakbola dan media massa Jepang yang memberikan analisis mendalam dan hasil pertandingan meski hanya untuk kompetisi antarsekolah tingkat SD dan SMP layaknya sepakbola profesional. Analisisnya sangat mendalam. Pertandingan besar seperti Nankatsu FC melawan Toho FC dibuat analisisnya bak pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona. Tidak heran kalau para pemain muda bersemangat untuk berlatih.

  • Peran Pelatih

Mikami Tatsuo pada mulanya adalah pelatih pribadi Genzo Wakabayashi saat masih di tingkat Sekolah Dasar. Tatsuo kemudian dibiayai penuh oleh Federasi Sepakbola Jepang untuk menempuh pendidikan kepelatihan sepakbola di Eropa. Di sana dia belajar psikologi olahraga, sport science, dan memeroleh sertifikasi kepelatihan internasional, yang kelak ilmunya ia gunakan untuk meracik strategi terbaik tim nasional Jepang dalam menghadapi lawan-lawannya.

Pada perannya sebagai pelatih tim nasional Jepang, Tatsuo seringkali mengingatkan Tsubasa Ozora agar tidak terlalu sering melakukan aksi individu sehebat apapun dia. Soalnya, sepakbola adalah olahraga yang didasari pada kerja sama tim. Hasilnya, Tim Nasional Jepang asuhan Tatsuo menjadi raksasa sepakbola di anime tersebut karena hasil kerja sama tim yang baik.

Di Indonesia, saya pikir baru segelintir pelatih saja yang memiliki kemampuan mendekati Mikami Tatsuo. Salah satunya Indra Sjafri dan Luis Milla, menurut saya. Namun PSSI belum memercayai mereka sepenuhnya, dan begitu banyak intervensi dari PSSI dalam hal-hal teknis yang seharusnya tidak boleh diintervensi.

Peran pelatih harus dimaksimalkan dengan memberi mereka pendidikan secara penuh ke negara yang maju sepakbolanya untuk mempelajari segala aspek persepakbolaannya. Di Indonesia pelatih bukan tak mungkin malah terlibat dalam pengaturan skor atau match-fixing yang sekarang tengah diberantas satgas anti mafia bola. 

  • Peran para Pencari Bakat

Pahlawan terbesar dalam Captain Tsubasa ini adalah Munemasa Katagiri. Pria berambut gondrong dan selalu berkacamata hitam ini adalah pencari bakat (scout)  yang merekomendasikan Tsubasa dan segelintir pemain muda lainnya pada pelatih tim nasional Jepang, Mikami Tatsuo. Katagiri berkeliling Jepang untuk melihat pemain yang berpotensi memperkuat timnas. Tidak hanya itu, dia juga sering melakukan riset melalui media massa dan media sosial untuk mencari talenta terbaik untuk tim nasional Jepang.

Peran para pencari bakat ini harus dimaksimalkan sepakbola Indonesia. Para pencari bakat ini harus mengamati seluruh kompetisi sepakbola ke daerah-daerah, hingga mengunjungi sekolah sepakbola yang ada. Apa yang dilakukan Indra Sjafrie dalam mencari pemain ke pelosok negeri adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh pencari bakat. 

Jangankan untuk timnas, kesebelasan Indonesia yang katanya sudah profesional itu pun belum memiliki pemandu bakat yang benar-benar kompeten. Mereka masih mengharapkan pemain dari agen, khususnya pemain asing. Padahal kualitasnya belum tentu sesuai kebutuhan tim.

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Kenapa Sih Laki-Laki Lebih Sulit Untuk Dewasa?

Kenapa Sih Laki-Laki Lebih Sulit Untuk Dewasa?

Berapapun usianya, ternyata pria selalu punya sifat…

Ini 4 Penyebab Pernikahan Usia Muda Sering Berakhir…

Ini 4 Penyebab Pernikahan Usia Muda Sering Berakhir…

Urusan menikah ini adalah salah satu masalah hidup…

Sepi Penjahat, Penjara-Penjara Ini Ditutup

Sepi Penjahat, Penjara-Penjara Ini Ditutup

Ketika hampir seluruh negara didunia menambah penjaranya…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Meluk Sapi Jadi Lahan Bisnis, 4 Juta/90 Menit

Meluk Sapi Jadi Lahan Bisnis,…

Tidak banyak orang yang suka memeluk sapi…
Resiko FaceApp, Wajahmu Bisa Nampang di Papan Iklan…

Resiko FaceApp, Wajahmu Bisa Nampang…

Media sosial dipenuhi foto wajah menua warganet…
Kenapa Sih Masuk Sekolah Selalu Bulan Juli?

Kenapa Sih Masuk Sekolah Selalu…

Kamu tahu nggak, sih, kenapa tahun ajaran…
Jauhi 5 Hal Ini Untuk Hidup Lebih Santuy

Jauhi 5 Hal Ini Untuk Hidup Lebih…

Hidup memang sudah ribet, tapi sering kali…
Terlanjur Sayang, Cowok Ini Shock Pacarnya Cowok Juga

Terlanjur Sayang, Cowok Ini Shock…

Media sosial sebagai sebuah wadah untuk…
Kelakuan Kocak Bapak-Bapak

Kelakuan Kocak Bapak-Bapak

Sebagai orang yang sering dicap punya guyonan…
15 Tahun Jadi Guru Honorer, Nining Tetap Bertahan…

15 Tahun Jadi Guru Honorer, Nining…

Nining Suryani (44), guru di SDN Karyabuana…
Lagi, Siswa SMA Meninggal Saat MOS. Diduga Dipukuli…

Lagi, Siswa SMA Meninggal Saat…

Masa Orientasi Siswa (MOS) kembali menelan…
6 Jenis Anak Yang Rentan Jadi Korban Bully

6 Jenis Anak Yang Rentan Jadi…

Kasus bullying di sekolah mungkin sering…
4 Sosok Anak Indonesia Yang Berhasil Main Game Hingga…

4 Sosok Anak Indonesia Yang Berhasil…

Sebagai anak muda yang hidup di era digital…
banner ads