loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Ketindihan: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ketindihan: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

27 February 2019

Ketindihan merupakan sebuah fenomena yang sering kita dengar bahkan alami dan meski menyeramkan, pengalaman ini sebenarnya biasa terjadi, pun tak berbahaya.

Ketindihan atau yang dalam bahasa medisnya dikenal sebagai sleep paralysis, sudah terekam dalam memori publik sejak abad ketujuh masehi. Banyak yang bilang ketindihan berhubungan dengan aktivitas paranormal atau gaib.

Tetapi sebuah penelitian dari Universitas Harvard, Amerika Serikat sebenarnya sudah banyak membongkar fenomena ketindihan, yang rupanya berpotensi dialami oleh 30 persen orang di dunia.

Apa itu ketindihan?

Ketindihan atau sleep paralysis sudah disebut oleh ahli kedokteran dari 1876, Silas Weir Mitchell. Meski demikian, masalah itu belum banyak diteliti hingga beberapa tahun belakangan.

Pada 2015, peneliti Harvard, Dan Dennis menggelar beberapa studi yang bertujuan mengungkap misteri ketindihan. Ia menemukan bahwa ketindihan biasanya terjadi ketika manusia memasuki fase tidur Rapid Eye Movement (REM).

Ketika itu, orang biasanya sedang bermimpi. Saat bermimpi, tubuh memang "dilumpuhkan" agar kita tak bergerak mengikuti apa yang terjadi dalam mimpi.

"Jadi penjelasannya adalah ketika mengalami ketindihan, seseorang sebenarnya dalam kondisi bangun atau sadar, sementara sebagian dirinya masih dalam fase REM. Karenanya, tubuh masih dalam kondisi lumpuh," jelas Dennis.

"Jadi, kita sebenarnya terbangun dan sadar dengan lingkungan di sekitar kita," Dennis menambahkan.

Mengapa kita melihat hantu atau merasa dada ditindih?

Dennis membeberkan bahwa orang yang mengalami ketindihan biasanya merasa dada mereka ditekan atau ditindih oleh beban yang sangat berat.

Jawabannya, jelas Dennis, masih berkaitan dengan fase tidur REM tadi. Dalam fase itu, beberapa otot tubuh disekitar saluran pernafasan masih lumpuh, sehingga kita merasa susah bernafas.

"Ketika mengalami ketindihan, saluran pernafasan berkontraksi dan kita menjadi sukar bernafas," kata Dennis.

Sementara bagi mereka yang ketika ketindihan melihat adanya sosok gaib, menurutu Dennis itu adalah tipuan otak semata. Pemicunya adalah amygdala, bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses rasa takut.

Ketika kita terbangun - meski sebagian tubuh masih dalam fase REM - amygdala menjadi sangat aktif atau lebih aktif dibandingkan ketika kita berada dalam situasi aman.

"Ada paradoks saat otak sedang aktif untuk memproses rasa takut, sementara ruangan tempat tubuh kita berada tidak ada tanda-tanda adanya ancaman," imbuh dia.

Nah di sinilah otak kemudian melakukan tipuannya untuk mengatasi paradoks tadi.

"Otak 'berasumsi' ada ancaman di sekitar kita, padahal mata kita tak melihatnya," ujar Dennis.

Penyebab ketindihan?

Dennis mengatakan ketindihan biasanya terjadi pada pasien yang mengalami kelainan-kelainan yang berhubungan dengan kecemasan berlebih atau mereka yang mengalami post-traumatic stress disorder.

"Kami menemukan banyak faktor yang umum, seperti kualitas tidur yang rendah atau tidur yang terganggu," kata dia.

Selain itu ada juga faktor lain yang memicu ketindihan seperti gejala-gejala kecemasan berlebihan atau stres.

Ia juga mengatakan bahwa dalam eksperimen di laboratorium, orang yang dibangunkan tiba-tiba ketika sudah memasuki fase tidur REM akan lebih cenderung mengalami ketindihan.

Cara bangun dari ketindihan?

Dennis mengakui bahwa belum ada bukti-bukti kuat untuk merancang perawatan atau pencegahan ketindihan. Meski demikian, ia mengatakan bahwa tidur teratur, mengurangi kafein serta alkohol bisa membantu menghindari ketindihan.

"Ada satu teknik yang banyak orang akui sangat efektif (untuk melawan ketindihan) adalah dengan mencoba fokus dan menggerakan satu bagian tubuh seperti jari tangan atau jari kaki," tutur Dennis.

Ia mengatakan jika seseorang berhasil menggerakan satu bagian tubuh atau otot saja, maka ia akan bisa mendobrak kelumpuhan tubuhnya dan akhirnya bangun sempurna. 

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Pelatih TImnas U-16 India, Kapok Ketemu Indonesia

Pelatih TImnas U-16 India, Kapok Ketemu Indonesia

Pelatih Timnas India U-16 India Bibiano Fernandes…

Gaji Rendah Pejabat Picu Korupsi. Ah Masa?

Gaji Rendah Pejabat Picu Korupsi. Ah Masa?

Debat pertama dua paslon 01 dan 02 sudah selesai…

Adegan Klise Yang Sering Kita Temui Di Anime

Adegan Klise Yang Sering Kita Temui Di Anime

Adegan klise ga cuma ada di sinetron, tapi film,…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Menang Lotere Rp2,8 M, Pria Ini Malah Pergi Tinggalkan…

Menang Lotere Rp2,8 M, Pria Ini…

Pornthida Chamnanwet melaporkan sang suami,…
Perusahaan Ini Tawarkan 2,3 M Untuk Cium Ketek

Perusahaan Ini Tawarkan 2,3 M…

Ada banyak jenis pekerjaan unik di dunia…
Dua Kakak Beradik Bakar Rumah, Katanya Seru Lihat…

Dua Kakak Beradik Bakar Rumah,…

  Dua saudara lelaki berusia 11 dan…
Gara-Gara Parkir Sembarangan, Orang Ini Nekat Bakar…

Gara-Gara Parkir Sembarangan,…

 Masalah parkir sembarangan memang…
Kakek 85 Tahun Lulus Sarjana, Mantan Murid Waktu SMP…

Kakek 85 Tahun Lulus Sarjana,…

Seorang kakek berusia 85 tahun di Kota Baubau,…
Tahun 2020, Nikah Bakal Butuh Sertifikat. Semua Calon…

Tahun 2020, Nikah Bakal Butuh…

Bagi pasangan yang sudah menikah, kursus…
Ternyata Uang Memang Bisa Membeli Kebahagiaan

Ternyata Uang Memang Bisa Membeli…

Setiap makhluk hidup di dunia ini mempunyai…
Pasangan Habiskan 600 juta Saat 11.11, Pria Ini Mau…

Pasangan Habiskan 600 juta Saat…

Seorang cowok asal China, Wang baru-baru…
3 Tips Lolos Razia Pak Pol

3 Tips Lolos Razia Pak Pol

November ini, sedang marak-maraknya razia…
Keasyikan Main HP, Driver Ojol ‘Nyemplung’ Lubang…

Keasyikan Main HP, Driver Ojol…

Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi driver ojek…
banner ads