loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Biang Kerok Isu Kiamat Di Ponorogo Terungkap!

Biang Kerok Isu Kiamat Di Ponorogo Terungkap!

14 March 2019

Sebanyak 52 warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo mendadak menjual semua harta lalu pindah ke sebuah tempat di Malang.

Kepindahan mendadak 52 warga Watu Bonang itu dipicu ajaran bahwa kiamat sudah dekat dan yang pertama mengalami kiamat adalah wilayah mereka.

Yang tak kalah menggegerkan, sebelum pindah, 52 warga Watu Bonang itu menjual semua hartanya.

Di antaranya, sejumlah tanah berikut rumahnya dijual murah meriah, cuma Rp 20 juta.

Begitu juga ternaknya, dijual Rp 8 juta.

Di balik geger kiamat di Watu Bonang itu, ada sosok yang bertanggung jawab.

Dia adalah Katimun, warga setempat yang akhir-akhir ini rumahnya menjadi tempat berkumpul warga yang takut kiamat itu.

"Yang membawa ajaran ini ke Ponorogo atau ke Desa Watu Bonang itu, warga kami, namanya Katimun," kata Ipong Muchlissoni.

"Jadi intinya, dia mengatakan kiamat sudah dekat, jamaah diminta menjual aset-aset yang dimiliki untuk bekal di akhirat, atau dibawa dan disetorkan ke pondok. Jamaah harus salat lima waktu di masjid," kata Ipong Muchlissoni saat, Rabu (13/3/2019).

Ipong menuturkan, sekitar dua bulan lalu, usai pulang menimba ilmu di Malang, Katimun mendatangi rumah ke rumah, mempengaruhi warga dan menyebarkan ajarannya.

Kepada warga, Katimun menyampaikan bahwa kiamat sudah dekat.

Selain meminta menjual aset yang dimiliki untuk bekal di akhirat atau dibawa ke pondok, Katimun juga meminta agar warga menyiapkan senjata atau membeli pedang seharga Rp 1 juta.

"Mereka bilang Ramadhan besok ini akan ada huru-hara, perang. Jamaah diminta untuk membeli pedang ke pak kiai, harganya Rp 1 juta, yang tidak beli pedang diminta menyiapkan senjata di rumah, dan seterusnya lah," kata Ipong.

Dalam ajaran tersebut, juga dikatakan bagi anggota pengajian yang ikut ke Malang akan selamat dan terhindar dari kiamat.

"Ini nggak masuk akal. Mereka sampaikan kalau ikut grup ini, kalau dunia ini kiamat, mereka tidak ikut kiamat," kata Ipong.

Ipong mengatakan pengikut kiai asal Kasembon itu tidak hanya berasal dari Ponorogo saja.

Informasinya berasal dari berbagai kabupaten di Jawa Timur.

======================================

Itulah Bunda, pentingnya pendidikan dan melek teknologi. Biar nggak jadi korban kayak gini,

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Meme Buat Kamu Yang Jomblo

Meme Buat Kamu Yang Jomblo

Rasanya sedih emang berpuluh-puluh tahun jomblo,…

Bond Girl Versi Indonesia

Bond Girl Versi Indonesia

Selain alur cerita yang oke, aktor ganteng juga…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Mengenal Sistem Kerja Outsourcing

Mengenal Sistem Kerja Outsourcing

Setelah lulus sekolah, beberapa dari kalian…
Langkah PUBG Hindari Blokir

Langkah PUBG Hindari Blokir

Game mobile Player Unknown's Battegrounds atau…
Lagu-Lagu Ini Digunakan CIA Untuk Mengintrogasi

Lagu-Lagu Ini Digunakan CIA Untuk…

Musik saat ini telah menjadi sebuah kebudayaan…
Pulang Merantau 2 Tahun, Eh Ditinggal Nikah

Pulang Merantau 2 Tahun, Eh Ditinggal…

Pria yang diketahui bernama Yusro Supriatna…
Aksi-Aksi Tidak Terpuji Ketika Uji Coba MRT

Aksi-Aksi Tidak Terpuji Ketika…

MRT merupakan salah satu moda transportasi…
PUBG Bisa Saja Diblokir Kalau ....

PUBG Bisa Saja Diblokir Kalau…

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mempertimbangkan…
Namai Anak Gopay, Keluarga Ini Banjir Hadiah

Namai Anak Gopay, Keluarga Ini…

Nama adalah do'a. Mungkin nama-nama…
Permen Karet Kunyahan Fergusso(n) 6 Tahun Lalu, Laku…

Permen Karet Kunyahan Fergusso(n)…

Setiap orang tentu memiliki kebiasaan unik.…
Warung-Warung Ini Katanya Pernah Didatangi Karakter…

Warung-Warung Ini Katanya Pernah…

Namanya juga usaha, promosi adalah hal yang…
Viral Air Laut Terbelah Dua di Selat Madura, Ini Penjelasan…

Viral Air Laut Terbelah Dua di…

Fenomena air laut terbelah menjadi dua warna…
banner ads