loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Kisah Pilu Gadis Yang Terlalu Ditekan Orang Tua

Kisah Pilu Gadis Yang Terlalu Ditekan Orang Tua

21 July 2017

Bagi orangtuanya, Jennifer Pan adalah "anak emas". Foto-fotonya yang mengenakan jubah wisuda dari sebuah SMA Katolik, kemudian lulus dari University of Toronto, Kanada yang terkemuka, dengan predikat sarjana farmasi, membuat Bich Ha dan Huei Hann Pan bangga bukan kepalang.

Tak mudah bagi pasangan itu untuk menyekolahkan 2 anak. Keduanya adalah bekas pengungsi asal Vietnam. Di tanah rantau, mereka harus bekerja keras sebagai buruh, demi masa depan buah hatinya.

Mereka sangat menghargai pendidikan. Mereka juga orangtua yang disiplin, cenderung keras, bagi Jennifer dan adiknya, Felix.

Jennifer adalah anak istimewa. Sumber harapan dan menjadi kebanggaan orang tua.

Saat masih kecil, anak sulung itu sudah jadi kebanggaan. Gadis itu mengikuti les piano dan skating, serta bisa menguasai keduanya. Ia bahkan berharap bisa tampil di olimpiade, namun cedera ligamen mengakhiri mimpinya.

Jennifer juga berlatih bela diri dan perenang yang baik. Dan di luar kegiatan ekstrakulikuler, ia adalah pelajar teladan yang tekun belajar hingga larut malam. Pesta dan pacaran menjadi hal terlarang di rumahnya. Pendidikan adalah segalanya.

Namun, di balik semua hal mengesankan itu, tersembunyi kebohongan, kebencian, dan dendam yang kemudian menjurus pada tindakan mengerikan yang menghancurkan keluarga dan diri Jennifer: pembunuhan sadis.

Segala harapan orangtuanya ternyata membuat Jennifer merasa tertekan. Demikian seperti diungkap Washington Post.

Saat di kelas 8, Jennifer mulai lelah. Ia tak lagi antusias belajar. Nilainya pun mulai anjlok, perlahan kepercayaan dirinya kian pupus.

Untuk menutupinya, Jennifer mulai berbohong hingga kebohongan menjadi kebiasaannya. Dan gadis itu pun menjalani kehidupan ganda yang penuh kepalsuan dan penipuan.

Dalam sebuah artikel di Toronto Life, Karen K Ho -- yang kenal dengan keluarga Jennifer dan pernah satu sekolah dengannya -- memberikan petunjuk tentang masa lalu gadis teladan yang kemudian berubah jadi otak pembunuhan orangtuanya sendiri.

Orangtua Jennifer mengira, putrinya adalah murid teladan, pelajar kelas "A". Namun, nyatanya ia hanyalah kelas "B".

Mendapatkan nilai B masih lumayan bagi siswa lain. Namun, di keluarga Jennifer merupakan itu aib.

Untuk menutupinya, Jennifer memalsukan raportnya, menutupi ketidakmampuannya. Meski demikian, nilainya masih lumayan, ia pun diterima di Ryerson University di Toronto. Namun, tak jadi mendapatkannya, gara-gara gagal dalam mata pelajaran kalkulus di akhir masa studinya.

Tak ingin mengecewakan orangtuanya, perempuan berkacamata itu berpura-pura kuliah. Ia mengaku akan belajar sains selama 2 tahun di Ryerson University, sebelum melanjutkan kuliah di jurusan farmasi di University of Toronto yang terkemuka.

Jennifer mengumpulkan buku-buku bekas, berbohong bahwa ia mendapatkan beasiswa sehingga orangtuanya tak curiga mengapa mereka tak pernah dimintai uang untuk membayar kuliah.

Tiap pagi Jennifer pamit kuliah pada orangtuanya. Namun, bukannya menuju kampus, ia pergi ke sebuah perpustakaan.

Tiba saat wisuda, gadis berambut hitam itu kembali ngibul dengan mengatakan, undangan yang dibagikan pada pihak orangtua terbatas.

Gara-gara ketahuan berbohong, orang tua Jennifer semakin bersikap keras.

Kebohongan itu berjalan lancar, hingga suatu ketika Bich dan Hann curiga dengan perilaku putri mereka. Keduanya pun menguntit Jennifer -- yang mengaku bekerja di sebuah rumah sakit.

Saat dusta itu terungkap, tak hanya hati orangtuanya yang hancur. Jennifer pun makin tertekan. Bich dan Hann makin keras pada putrinya yang kala itu berusia dewasa.

Telepon genggam dilarang, komputer barang haram, Jennifer pun tak boleh berkencan dengan kekasihnya Daniel Wong. Bahkan, odometer atau penunjuk jarak pada mobil selalu dipantau.

Jennifer diperintahkan melanjutkan pendidikannya. Pengawasan ketat pun diberlakukan pada perempuan dewasa itu. Daniel kemudian memutuskan hubungan. Itu menjadi titik krisis baginya.

Setelah putus, Jennifer dekat dengan pria bernama Andrew Montemayor, teman sekolahnya saat SD. Ia pun mulai berpikir bagaimana untuk lepas dari segala tekanan.

Bersama Montemayor dan teman sekamar kekasih barunya itu, Ricardo Duncan, mereka merancang sebuah plot. Namun, apa yang mereka rancang hanya sekadar rencana hingga hubungan mereka bubar.

Jennifer pun dekat lagi dengan Daniel. Mereka berencana untuk menyewa tukang pukul. Untuk memberi pelajaran pada "orangtua yang dianggap terlalu mengekang".

Jennifer mendapatkan ponsel baru dari Daniel, juga kontak ke seorang pria bernama Lenford "Homeboy" Crawford -- yang meminta duit 10 ribu dolar Kanada untuk mengerjai orangtua perempuan itu.

Entah bagaimana awalnya, rencana itu menjadi plot pembunuhan. Merasa itu kelewatan, Daniel mundur.

Kronologi pembunuhan

Suatu malam pada tahun 2010, Jennifer memutuskan untuk mengeksekusi rencananya. Kala itu, jarum jam menunjuk ke pukul 22.00. Crawford, Mylvaganam, dan pria ketiga bernama Eric Carty memasuki pintu depan rumah target. Mereka semua membawa senjata.

Bich dan Hann dipaksa turun ke lantai bawah. Kepala mereka ditutupi selimut.

Sang ayah, Hann ditembak 2 kali, salah satunya di bagian muka. Sementara ibunya, Bich ditembak 3 kali di kepala dan tewas seketika. Ajaibnya, Hann selamat dan mengingat semua yang terjadi pada momentum mengerikan itu.

Pada 2014, pengadilan atas kasus tersebut digelar. "Saat vonis bersalah dijatuhkan, Jennifer tak menunjukkan emosinya. Datar. Namun, saat awak media meninggalkan ruang sidang, ia menangis dan gemetar tak terkendali," demikian dikabarkan Toronto Life, seperti dikutip dari New.com.au, Selasa (28/7/2015).

Dengan dakwaan tingkat pertama, Jennifer divonis seumur hidup, tanpa kesempatan mengajukan pembebasan bersyarat selama 25 tahun. Ia berusia 28 tahun saat duduk sebagai pesakitan.

"Dan untuk dakwaan percobaan pembunuhan terhadap ayahnya, ia juga divonis menerima hukuman seumur hidup, yang akan dijalani secara bersamaan." Carty, Mylvaganam, dan Crawford masing-masing menerima hukuman serupa.

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Tenggelamkan Atau Tidak?

Tenggelamkan Atau Tidak?

Bapak Menko Maritim, Luhut Pandjaitan melarang…

Pelangi Digoyang Di Majalengka

Pelangi Digoyang Di Majalengka

Biasanya pelangi berbentuk melengkung dari satu…

7 Julukan Yang Pernah Disematkan Dunia Pada Indonesia

7 Julukan Yang Pernah Disematkan Dunia Pada Indonesia

Banyak masyarakat Indonesia yang…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Ingin Bikin Mantan Pacar Menangis, Wanita Ini Kirim…

Ingin Bikin Mantan Pacar Menangis,…

Seorang wanita ingin melakukan balas dendam…
Wanita Ini Nikahi Oppa Korea. Ternyata Tak Seindah…

Wanita Ini Nikahi Oppa Korea.…

Penggemar drama dan budaya Korea Selatan…
Apa Itu Herd Immunity?

Apa Itu Herd Immunity?

World Health Organization (WHO) mengecam…
Solusi Untuk Kalian Yang Kebelet Nikah Di Tengah Corona

Solusi Untuk Kalian Yang Kebelet…

Selama virus corona masih belum reda, maka…
3 Hal yang Dikhawatirkan Jika Usia 45 ke Bawah Boleh…

3 Hal yang Dikhawatirkan Jika…

Perubahan demi perubahan soal aturan di…
5 Hal Tentang Didi Kempot Yang Mungkin Kita Tidak…

5 Hal Tentang Didi Kempot Yang…

Kepergian Dionisius Prasetyo atau kita kenal…
Kenapa Sih Kita Nggak Simpatik Sama Kerumunan McD…

Kenapa Sih Kita Nggak Simpatik…

McD Sarinah, salah satu resto waralaba luar…
Bingung Nikahi Siapa, Pria Ini Nikahi Dua Pacarnya

Bingung Nikahi Siapa, Pria Ini…

Keberuntungan sepertinya begitu memihak…
Resep Rahasia Kentang Goreng McD untuk Dibuat di Rumah

Resep Rahasia Kentang Goreng McD…

Kentang goreng merupakan salah satu cemilan…
Kenapa Sih Youtuber Sering Banget Bikin Prank Jahat?

Kenapa Sih Youtuber Sering Banget…

Memang benar, prank di zaman sekarang…
banner ads