loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

Masyarakat Indonesia Gaji Ngepas Pengeluaran Bablas

Masyarakat Indonesia Gaji Ngepas Pengeluaran Bablas

11 August 2017

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Ari Kuncoro mengatakan salah satu penyebab lesunya konsumsi rumah tangga atau daya beli masyarakat terutama dilihat dari penjualan ritel dikarenakan karena gaya hidup yang hedonis (hura-hura).

Ari mengatakan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini cenderung boros namun digunakan untuk kepentingan yang tak terlalu bermanfaat. Masyarakat kelas menengah yang disebut-sebut mengurangi belanja ritel, namun menghabiskan unang untuk berfoya-foya atau jalan-jalan.



"Mereka tidak beli pakaian karena pendapatannya digunakan untuk jalan-jalan, menginap di hotel, atau pergi wisata ke Bali dan negara lain," kata Ari ditemui di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Kamis 10 Agustus 2017.

Dirinya menjelaskan, masyarakat saat ini terlanjur terlena menikmati hidup menjadi kelas menengah sejak era booming harga komoditas di 2010. Padahal, jika melihat struktur pendapatan, tidak meningkat. Namun, mereka memilih untuk tetap berada di golongan menengah dengan gaji yang pas-pasan.

"Ketika kebutuhan untuk menunjukkan aktualisasi diri sebagai kelas menengah timbul, tapi pendapatan tidak naik, maka mereka harus memilih apa yang saya beli. Nah barang yang bisa menunjukkan eksistensi mereka sebagai kelas menengah adalah jalan-jalan," ujar dia.

Dirinya juga mengamati fenomena yang berkembang di masyarakat, di mana masyarakat saling menunjukkan atau mengunggah foto jalan-jalan ke media sosial. Selain jalan-jalan, pasar makanan dan minuman masih bertumbuh, karena orang pergi ke mal atau jalan-jalan, paling utama adalah makan.



"Baju dan elektronik dikurangi pembeliannya, tapi sepatu masih dibeli. Yang masih oke makanan. Ini belum tentu juga pindah ke online, karena walaupun ada pergeseran dari offline ke online, tapi produksi pakaian dan barang elektronik turun, jadi mereka pindah bukan ke online, melainkan membeli yang lain," tutur dia.

Lebih jauh, dirinya menambahkan, masyarakat Indonesia saat ini mementingkan untuk tampil dengan gaya trendi, meskipun pendapatannya pas-pasan. Kondisi tersebut dinilainya masih bersifat temporer atau sementara. Inilah yang disebut Ari sebagai hedonisme.

"Jadi pendapatan pas-pasan, tapi ingin bergaya lebih, gengsi. Ini gaya hidup hedonis yang baru. Intinya mereka masih punya daya beli," jelas dia.
 

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Perjalanan Cinta Kapten Tsubasa

Perjalanan Cinta Kapten Tsubasa

Kita terlalu sibuk melihat Tsubasa di lapangan…

Apa Jadinya Jika Hidup Tanpa Suatu Masalah?

Apa Jadinya Jika Hidup Tanpa Suatu Masalah?

Masalah memang bisa terjadi kapan & dimana…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Cara Bernyanyi Lagu

Cara Bernyanyi Lagu "Cuma Kamu"…

Salah satu lagu yang paling indah namun…
Trend-Trend Sinetron Indonesia

Trend-Trend Sinetron Indonesia

Orang Indonesia punya satu budaya yaitu…
Di Surabaya, Peringatan Hari Anak Nasional Ajarkan…

Di Surabaya, Peringatan Hari Anak…

Hari Anak Nasional 2018 diperingati dengan…
Berapakah Tarif Fasilitas Mewah Di Lapas Sukamiskin?

Berapakah Tarif Fasilitas Mewah…

Lapas Sukamiskin tercyduk oleh KPK memberikan…
Renovasi 250 M, Stadion Jakabaring Hancur Karna Supporter…

Renovasi 250 M, Stadion Jakabaring…

Untuk menyambut Asian Games 2018, biaya…
FB Dan IG Bakalan Blokir User di Bawah 13 Tahun

FB Dan IG Bakalan Blokir User…

Facebook dan Instagram akan lebih proaktif…
Alasan Marak Sekali Pernikahan Dini Di Indonesia

Alasan Marak Sekali Pernikahan…

Pernikahan dini sudah merupakan tradisi…
Wasit ungkap rahasia tersimpan 12 tahun soal Zidane…

Wasit ungkap rahasia tersimpan…

Final Piala Dunia 2006 menjadi salah satu…
Mantap! Ada Animator Indo Di Boruto Episode 65

Mantap! Ada Animator Indo Di Boruto…

Ada yang ngikutin anime Boruto? Buat yang…
Kenapa Ngupil Itu Enak?

Kenapa Ngupil Itu Enak?

Salah satu aktivitas yang sangat menyenangkan…
banner ads