loading
Meme Comic Indonesia. Komunitas Meme Terbesar di Indonesia!

5 letusan gunung paling dahsyat di Indonesia, Sebelum Gunung Agung

5 letusan gunung paling dahsyat di Indonesia, Sebelum Gunung Agung

29 November 2017

Gunung Agung kini menjadi sorotan dunia sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) karena menaikkan statusnya menjadi level IV atau 'awas' pada Senin 27 November 2017, pukul 06.00 WITA.

PVMBG bahkan memprediksi ledakan besar dari gunung yang terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali ini akan terjadi tak lama lagi.

Sebelumnya, Gunung Agung pernah meletus dahsyat pada tahun 1963. Kala itu, tercatat 1.148 orang meninggal dunia dan 296 orang luka-luka akibat erupsi gunung tertinggi di Bali ini.

Namun selain Gunung Agung, ada lagi beberapa letusan gunung paling dahsyat di Indonesia. Berikut daftarnya:

1. Gunung Galunggung.


Gunung Galunggung merupakan gunung berapi yang terletak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Gunung ini tercatat pernah meletus hebat pada 1822.

Kala itu, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, dan juga lahar. Akibat letusan ini, diperkirakan 4.011 jiwa melayang, 114 desa hancur, dan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 kilometer dari puncak gunung.


2. Gunung Krakatau.


Letusan Gunung Krakatau merupakan letusan gunung terdahsyat yang pernah tercatat di era zaman modern. Gunung yang terletak di Selat Sunda ini meletus pada 26 Agustus 1883.

Letusannya berdampak global dan diperkirakan menewaskan 36.000 orang. Ledakannya amat dahsyat hingga mengakibatkan tsunami setinggi 46 meter dan material bebatuan terlempar hingga ke pulau-pulau kecil di Laut Afrika.

Pasca ledakan, suhu di belahan bumi utara menurun sebesar 1,2 derajat yang bertahan selama satu tahun. Krakatau pun tenggelam ke dalam laut dan pada tahun 1927 menampakkan diri lagi yang kemudian dikenal dengan Anak Gunung Krakatau.


3. Gunung Tambora.


Gunung yang terletak di Sumbawa ini pernah meletus dengan dahsyat pada 10 April 1815. Bunyi ledakannya terdengar sampai Pulau Sumatera. Abunya menyebabkan Sumbawa, Lombok, Bali, Madura dan sebagian Jawa Timur gelap gulita selama tiga hari.

Korban akibat letusan diperkirakan 10.000 orang. Lalu, dampak tak langsung seperti penyakit dan kelaparan juga merenggut banyak jiwa. Total diperkirakan 92.000 orang meregang nyawa.

Kaisar Prancis yang tersohor, Napoleon Bonaparte juga terkena dampak tak langsung dari letusan Gunung Tambora. Pasukannya terjebak dalam hujan terus-menerus di Waterloo, Belgia akibat perubahan iklim.

Akibatnya, Napoleon harus menyerah dari pasukan gabungan Inggris-Belanda-Jerman. Ia dipaksa turun tahta dan dibuang ke Pulau Saint Helena.

Tak berhenti sampai di situ, pada tahun 1816, tak ada musim panas di belahan bumi utara akibat letusan Tambora. Badai salju pun melanda beberapa bagian Eropa. 


4. Gunung Samalas.


Sebelum letusan Gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 1815, tetangganya, Gunung Samalas di Lombok, ternyata sudah membuat masyarakat dunia sengsara.

Gunung Samalas mungkin tidak begitu terkenal dibanding yang lain. Alasannya, gunung ini sekarang sudah hancur akibat ledakannya sendiri dan berubah menjadi Gunung Rinjani yang lengkap dengan Danau Segara Anakan di Pulau Lombok.

Gunung Samalas meletus hebat pada tahun 1257. Erupsinya mengakibatkan pendinginan cuaca secara mendadak. Ledakannya dikabarkan delapan kali lipat lebih besar dibanding Gunung Tambora dan Krakatau.

Abu akibat letusannya diperkirakan menyebar sampai ke dua kutub, selatan dan utara. Studi Oppenheimer di Lombok menunjukkan sebanyak 40 kilometer kubik batuan dan abu terlempar dari gunung api tersebut. 

Meletusnya Gunung Samalas juga dikaitkan dengan hancurnya Pamatan, ibu kota kerajaan setempat. Teks yang tertulis dalam Babad Lombok menceritakan tentang kematian ribuan orang oleh abu vulkanik dan aliran piroklastik.


5. Gunung Toba.


Letusan Gunung Toba hingga kini memang menjadi misteri dan terus digali secara ilmiah. Letusan Gunung Toba memang sama sekali tak tercatat di dalam buku, namun terlihat bukti-bukti ilmiahnya di masa kini.

Diperkirakan, sekitar 73.000 tahun yang lalu Gunung Toba meletus dan hampir memusnahkan hampir seluruh makhluk hidup di bumi.

Ledakan Gunung Toba disebut sebagai Supervolcano yang merupakan ledakan terhebat sepanjang sejarah gunung berapi. Ledakan tersebut mengeluarkan 2.800 kilometer kubik abu vulkanik yang menyebar dan menyelimuti atmosfir bumi selama enam tahun.

 

TULIS KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

Ini Yang Akan Terjadi Ketika 5G Diterapkan Di Indonesia

Ini Yang Akan Terjadi Ketika 5G Diterapkan Di Indonesia

Jaringan internet 4G yang kita pakai sehari-hari…

Lebaran Nggak Mudik Nggak Masalah!

Lebaran Nggak Mudik Nggak Masalah!

Nggak dapet tiket, nggak punya duit, atau udah…

Jumlah Pengunjung Website MCI
Pageviews Visits
1344201 848253

KOMIK MCI TERBARU

ARTIKEL KEREN DARI MCI-ID

Nagih Utang Kok Malah Masuk Penjara?

Nagih Utang Kok Malah Masuk Penjara?

Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik…
Ghibah Onlen. Teman Tak Bayar Utang Malah Pamer Rumah…

Ghibah Onlen. Teman Tak Bayar…

Seorang pencuit membuat utas keluhan di…
KPAI: Cabut Izin Tayang Sinetron Dari Jendela SMP.…

KPAI: Cabut Izin Tayang Sinetron…

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia…
Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia Baru Tersedia…

Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia…

Setelah sejumlah negara mengumumkan hasil…
Kalung Anticorona, Terawan : Kalau itu Membuat Mentaliti…

Kalung Anticorona, Terawan : Kalau…

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto,secara…
Identitas Sebenarnya Kakek Tahanan Metal Slug

Identitas Sebenarnya Kakek Tahanan…

"Heavy Machine Gun!" Pernah main…
Apa Itu Nolep?

Apa Itu Nolep?

Kata nolep ini bukan kata yang terdaftar…
Benarkah SMA Adalah Masa Paling Indah?

Benarkah SMA Adalah Masa Paling…

“Tiada masa paling indah, Masa-masa…
Kenapa Setan Di Setiap Negara Berbeda-Beda?

Kenapa Setan Di Setiap Negara…

Pernahkah terlintas di pikiran kalian kenapa…
Bulu Pantat, Apa Fungsinya?

Bulu Pantat, Apa Fungsinya?

Sudah menjadi hal lumrah bila semenjak pubertas…
banner ads